<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Ndra22&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://ndra22.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ndra22.wordpress.com</link>
	<description>blog agar menjadi lebih baik di hari esok</description>
	<lastBuildDate>Thu, 14 Apr 2011 07:20:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ndra22.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/bf8bda4e8a8f103c27da65de8efb908a?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Ndra22&#039;s Blog</title>
		<link>http://ndra22.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ndra22.wordpress.com/osd.xml" title="Ndra22&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://ndra22.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>So Sweet !!!</title>
		<link>http://ndra22.wordpress.com/2011/04/14/66/</link>
		<comments>http://ndra22.wordpress.com/2011/04/14/66/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Apr 2011 06:59:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ndra22</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ndra22.wordpress.com/?p=66</guid>
		<description><![CDATA[Klik Hati Dibawah Ini &#8230;. dan lihat dia yang telah mengusai hati ku &#8230;<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ndra22.wordpress.com&amp;blog=11088993&amp;post=66&amp;subd=ndra22&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Klik Hati Dibawah Ini &#8230;.<br />
dan lihat dia yang telah mengusai hati ku &#8230;<br />
</strong></p>
<p><a href="http://ndra22.files.wordpress.com/2011/04/44423_150016481691761_100000502294393_398831_3241468_n.jpg"><img src="http://ndra22.files.wordpress.com/2011/04/images1.jpg?w=186&#038;h=139" alt="" title="images" width="186" height="139" class="alignleft size-full wp-image-68" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ndra22.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ndra22.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ndra22.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ndra22.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ndra22.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ndra22.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ndra22.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ndra22.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ndra22.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ndra22.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ndra22.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ndra22.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ndra22.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ndra22.wordpress.com/66/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ndra22.wordpress.com&amp;blog=11088993&amp;post=66&amp;subd=ndra22&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ndra22.wordpress.com/2011/04/14/66/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ba789f9cf150332b4b70b957cb2dce54?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ndra22</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ndra22.files.wordpress.com/2011/04/images1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">images</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KISAH SEORANG SISWI PALESTINA !</title>
		<link>http://ndra22.wordpress.com/2010/03/30/kisah-seorang-siswi-palestina/</link>
		<comments>http://ndra22.wordpress.com/2010/03/30/kisah-seorang-siswi-palestina/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Mar 2010 04:07:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ndra22</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah Islami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ndra22.wordpress.com/?p=51</guid>
		<description><![CDATA[Ini adalah kisah tentang seorang siswi di sebuah sekolah putri di Palestina. Hari itu dewan sekolah berkumpul seperti biasanya. Di antara keputusan dan rekomendasi yang dikeluarkan dewan dalam pertemuan ini adalah pemeriksaan mendadak bagi siswi di dalam aula. Dan benar, dibentuklah tim khusus untuk melakukan pemeriksaan dan mulai bekerja. Sudah barang tentu, pemeriksaan dilakukan terhadap [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ndra22.wordpress.com&amp;blog=11088993&amp;post=51&amp;subd=ndra22&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ndra22.files.wordpress.com/2010/03/palestina.jpeg"><img src="http://ndra22.files.wordpress.com/2010/03/palestina.jpeg?w=118&#038;h=109" alt="" title="PALESTINA" width="118" height="109" class="alignleft size-full wp-image-52" /></a>Ini adalah kisah tentang seorang siswi di sebuah sekolah putri di Palestina. Hari itu dewan sekolah berkumpul seperti biasanya. Di antara keputusan dan rekomendasi yang dikeluarkan dewan dalam pertemuan ini adalah pemeriksaan mendadak bagi siswi di dalam aula. Dan benar, dibentuklah tim khusus untuk melakukan pemeriksaan dan mulai bekerja. Sudah barang tentu, pemeriksaan dilakukan terhadap segala hal yang dilarang masuk di lingkungan sekolah seperti hand phone berkamera, foto-foto, gambar-gambar dan surat-surat cinta serta yang lainnya.</p>
<p>Keamanan saat itu nampak normal dan stabil, kondisinya sangat tenang. Para siswi menerima perintah ini dengan senang hati. Mulailah tim pemeriksa menjelajah semua ruangan dan aula dengan penuh percaya diri. Keluar dari satu ruangan masuk ke ruangan lainnya. Membuka tas-tas para siswi di depan mereka. Semua tas kosong kecuali berisi buku-buku, pena dan peralatan kebutuhan kuliah lainnya. Hingga akhirnya pemeriksaan selesai di seluruh ruangan kecuali satu ruangan. Di situlah bermula kejadian. Apakah sebenarnya yang terjadi ???<span id="more-51"></span></p>
<p>Tim pemeriksa masuk ke ruangan ini dengan penuh percaya seperti biasanya. Tim meminta izin kepada para siswi untuk memeriksa tas-tas mereka. Dimulailah pemeriksaan.</p>
<p>Saat itu di ujung ruangan ada seorang siswi yang tengah duduk. Dia memandang kepada tim pemeriksa dengan pandangan terpecah dan mata nanar, sedang tangannya memegang erat tasnya. Pandangannya semakin tajam setiap giliran pemeriksaan semakin dekat pada dirinya. Tahukah anda, apakah yang dia sembunyikan di dalam tasnya ???</p>
<p>Beberapa saat kemudian tim pemeriksa memeriksa siswi yang ada di depannya. Dia pun memegang sangat erat tasnya. Seakan dia mengatakan, demi Allah mereka tidak akan membuka tas saya. Dan tiba lah giliran pemeriksaan pada dirinya. Dimulailah pemeriksaan.</p>
<p>Tolong buka tasnya anakku, kata seorang guru anggota tim pemeriksa. Siswi itu tidak langsung membuka tasnya. Dia melihat wanita yang ada di depannya dalam diam sambil mendekap tas ke dadanya. Barikan tasmu, wahai anakku, kata pemeriksa itu dengan lembut. Namun tiba-tiba dia berteriak keras: tidak  tidak  tidak </p>
<p>Teriakan itu memancing para pemeriksa lainnya dan merekapun berkumpul di sekitar siswi tersebut. Terjadilah debat sengit: berikan  tidak  berikan  tidak </p>
<p>Adakah rahasia yang dia sembunyikan? ?? Dan apa yang sebenarnya terjadi???</p>
<p>Maka terjadilah adegan pertarungan tangan untuk memperebutkan tas yang masih tetap berada dalam blockade pemiliknya. Para siswi pun terhenyak dan semua mata terbelalak. Seorang dosen wanita berdiri dan tangannya diletakan di mulutnya. Ruangan tiba-tiba sunyi. Semua terdiam. Ya Ilahi, apakah sebenarnya yang ada di dalam tas tersebut. Apakah benar bahwa si Fulanah (siswi) tersebut .</p>
<p>Setelah dilakukan musyawarah akhirnya tim pemeriksa sepakat untuk membawa sang siswi dan tasnya ke kantor, guna melanjutkan pemeriksaan yang barang kali membutuhkan waktu lama </p>
<p>Siswi tadi masuk kantor sedang air matanya bercucuran bagai hujan. Matanya memandang ke arah semua yang hadir di ruangan itu dengan tatapan penuh benci dan marah. Karena mereka akan mengungkap rahasia dirinya di hadapan orang banyak. Ketua tim pemeriksa memerintahkannya duduk dan menenangkan situasi. Dia pun mulai tenang. Dan kepala sekolah pun bertanya, apa yang kau sembunyikan di dalam tas wahai anakku ?</p>
<p>Di sini, dalam saat-saat yang pahit dan sulit, dia membuka tasnya. Ya Ilahi, apakah gerangan yang ada di dalamnya??? Bukan. Bukan. Tidak ada sesuatu pun yang dilarang ada di dalam tasnya. Tidak ada benda-benda haram, hand phone berkamera, gambar dan foto-foto atau surat cinta. Demi Allah, tidak ada apa-apa di dalamnya kecuali sisa makanan (roti). Ya, itulah yang ada di dalam tasnya.</p>
<p>Setelah ditanya tentang sisa makanan yang ada di dalam tasnya, dia menjawab, setelah menarik nafas panjang.</p>
<p>Ini adalah sisa-sisa roti makan pagi para siswi, yang masih tersisa separoh atau seperempatnya di dalam bungkusnya. Kemudian saya kumpulkan dan saya makan sebagiannya. Sisanya saya bawa pulang untuk keluarga saya di rumah Ya, untuk ibu dan saudara-saudara saya di rumah. Agar mereka memiliki sesuatu yang bisa disantap untuk makan siang dan makan malam. Kami adalah keluarga miskin, tidak memiliki siapa-siapa. Kami bukan siapa-siapa dan memang tidak ada yang bertanya tentang kami. Alasan saya untuk tidak membuka tas, agar saya tidak malu di hadapan teman-teman di ruangan tadi.</p>
<p>Tiba-tiba suara tangis meledak ruangan tersebu. Mata semua yang hadir bercucuran air mata sebagai tanda penyesalan atas perlakukan buruk pada siswi tersebut.</p>
<p>Ini adalah satu dari sekian banyak peristiwa kemanusiaan yang memilukan di Palestina. Dan sangat mungkin juga terjadi di sekitar kehidupan kita. Kita tidak tahu, barang kali selama ini kita tidak peduli dengan mereka. Doa dan uluran tangan kita, setidaknya bisa sedikit meringankan penderitaan mereka. Khususnya saudara-saudara kita di Palestina yang hingga kini terus dilanda tragedi kemanusiaan akibat penjajahan Zionis Israel . </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ndra22.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ndra22.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ndra22.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ndra22.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ndra22.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ndra22.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ndra22.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ndra22.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ndra22.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ndra22.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ndra22.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ndra22.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ndra22.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ndra22.wordpress.com/51/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ndra22.wordpress.com&amp;blog=11088993&amp;post=51&amp;subd=ndra22&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ndra22.wordpress.com/2010/03/30/kisah-seorang-siswi-palestina/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ba789f9cf150332b4b70b957cb2dce54?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ndra22</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ndra22.files.wordpress.com/2010/03/palestina.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">PALESTINA</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>HIDAYAH CAT STEVEN</title>
		<link>http://ndra22.wordpress.com/2010/01/14/hidayah-cat-steven/</link>
		<comments>http://ndra22.wordpress.com/2010/01/14/hidayah-cat-steven/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Jan 2010 06:45:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ndra22</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah Islami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ndra22.wordpress.com/?p=27</guid>
		<description><![CDATA[Negara-negara kafir pada umumnya, baik Barat maupun Timur hidup dalam kesengsaraan. Ya, demi Allah, itulah kenyataan mereka. Sebab hati yang merupakan raja anggota badan adalah asal-muasal kebahagiaan dan kenikmatan serta siksa dan kesengsaraan. Jangan terkecoh dengan kenikmatan mereka. Memang, jasad mereka berada di Surga, tetapi hati mereka di Neraka. Inilah kenyataan yang ada! Karena itu, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ndra22.wordpress.com&amp;blog=11088993&amp;post=27&amp;subd=ndra22&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Negara-negara kafir pada umumnya, baik Barat maupun Timur hidup dalam kesengsaraan. Ya, demi Allah, itulah kenyataan mereka. Sebab hati yang merupakan raja anggota badan adalah asal-muasal kebahagiaan dan kenikmatan serta siksa dan kesengsaraan. Jangan terkecoh dengan kenikmatan mereka. Memang, jasad mereka berada di Surga, tetapi hati mereka di Neraka. Inilah kenyataan yang ada!<br />
Karena itu, orang kafir selalu hidup dalam kesempitan dan kesusahan. Allah berfirman:<br />
&#8220;Dan barangsiapa yang berpaling dari peringatanKu maka sesungguhnya baginya adalah kehidupan yang sempit dan Kami kumpulkan mereka pada hari Kiamat dalam keadaan buta.&#8221;<br />
Wahai hamba Allah, tahukah kamu apakah kesempitan hidup itu? Ia adalah siksaan dalam hati berupa kesedihan, kesesakan dan berakhir dengan bunuh diri. Ketika negara Skandinavia melihat begitu banyak penduduk negaranya yang bunuh diri, justeru mereka berkata, &#8216;Kita siapkan untuk mereka tempat bunuh diri sehingga kita bisa memanfaatkan darah mereka untuk orang-orang sakit dan kecelakaan&#8217;. Dan berikut ini, wahai saudaraku muslim tercinta ada-lah kisah seorang pemuda yang meninggalkan pesona, godaan dan hiruk-pikuk dunia kemudian hanya meng-hadapkan diri kepada Allah, maka ia pun mendapatkan kelapangan dan keleluasaan.<span id="more-27"></span><br />
Dahulunya, ia seorang pecinta nyanyian dan segala hal yang biasa menyertainya seperti minum minuman keras, disco, musik dan kemaksiatan serta dosa lainnya. Ia adalah orang yang hatinya telah dimasuki iman, maka ia mendapati kebahagiaan, ketenangan dan kedamaian. Dengan iman pula, ia mendapatkan ketinggian dan kemu-liaan, kebaikan, keshalihan dan keberuntungan. Ia adalah kisah seorang selebriti Inggris yang amat terkenal di kolong langit ini. Ia adalah Cat Stevens yang kemudian berganti nama menjadi Yusuf Islam.Ia bertutur sendiri tentang dirinya. Dan alangkah indah sesuatu yang murni keluar dari jiwa yang jujur. Cat Stevens berkisah:<br />
&#8220;Aku dilahirkan di London, jantung dunia Barat. Aku dilahirkan di era televisi dan angkasa luar. Aku dilahirkan di era teknologi mencapai puncaknya di negara yang terke-nal dengan peradabannya, negara Inggris.<br />
Aku tumbuh dalam masyarakat tersebut dan aku belajar di Sekolah Katholik yang mengajarkanku tentang agama Nashrani sebagai jalan hidup dan kepercayaan. Dari sini pula aku mengetahui apa yang harus kuketahui tentang Allah, Al-Masih &#8216;alaihis salam dan taqdir, yang baik maupun yang buruk.Mereka banyak memberitahuku tentang Allah, sedikit tentang Al-Masih dan lebih sedikit lagi tentang Ruhul Qudus (Jibril).<br />
Kehidupan di sekelilingku adalah kehidupan materi. Paham materialis gencar diserukan dariberbagai media informasi. Mereka mengajarkan, kekayaan adalah kekayaan harta benda yang sesungguhnya dan kefakiran adalah ketiadaan harta benda secara hakiki. Amerika adalah contoh negara kaya dan Negara-negara Ketiga adalah contoh kemiskinan, kelaparan, kebodohan dan kepapaan. Karena itu, aku harus memilih dan meniti jalan kekayaan. Supaya aku bisa hidup bahagia. Supaya aku mendapat-kan kenikmatan hidup. Karena itu, aku membangun falsafah hidup bahwa dunia tidaklah ada kaitannya dengan agama. Falsafah inilah yang aku jalani, agar aku mendapatkan kebahagiaan jiwa. Lalu aku mulai melihat kepada sarana untuk meraih kesuksesan. Dan cara yang paling mudah -menurutku- adalah dengan membeli gitar, mengarang lagu dan me-nyanyikannya sendiri. Aku lalu tampil di hadapan mereka. Inilah yang benar-benar aku lakukan dengan membawa nama Cat Stevens. Dan tidak berapa lama, yakni ketika aku berusia 18 tahun aku telah menyelesaikan rekaman dalam delapan kaset. Setelah itu banyak sekali tawaran. Dan aku pun bisa mengumpulkan uang yang banyak. Di samping itu, pamorku pun mencapai puncak. Ketika aku berada di puncak ketenaran, aku melihat ke bawah. Aku takut jatuh! Aku dihantui kegelisahan. Akhirnya, aku mulai minum minuman keras satu botol setiap hari. Supaya memotivasi keberanianku untuk me-nyanyi. Aku merasa, orang-orang di sekelilingku berpura-pura puas. Padahal dari wajah mereka, tak seorang pun tampak puas, kepuasan yang sesungguhnya!</p>
<p>Semuanya harus munafiq, bahkan dalam jual beli dan mencari sesuap nasi, bahkan dalam hidup! Aku merasa, ini adalah sesat. Dari sini, aku mulai membenci kehidupan-ku sendiri. Aku menghindar dari orang banyak. Aku lalu jatuh sakit. Aku kemudian opname di rumah sakit karena sakit paru-paru. Ketika di rumah sakit, kondisiku lebih baik karena mengajakku berfikir. Aku memiliki iman kepada Allah. Tetapi gereja belum mengenalkanku siapakah Tuhan itu dan aku tak mampu sampai pada hakikat Tuhan sebagaimana yang dibicarakan gereja! Pikiranku buntu. Maka aku memulai berfikir kepada jalan hidup yang baru. Aku memiliki buku-buku tentang aqidah dan masalah ketimuran. Aku mencari tentang Islam dan hakikatnya. Dan seperti ada perasaan, aku harus menuju pada titik tujuan tertentu, tetapi aku tidak tahu keberadaan dan pengertiannya. Aku tidak puas berpangku tangan, duduk dengan pikiran kosong. Aku mulai berfikir dan mencari kebahagiaan yang tidak kudapatkan dalam kekayaan, ketenaran, puncak karir maupun di gereja. Maka aku mulai mengetuk pintu Budha dan Falsafah Cina. Aku pun mempelajarinya. Aku mengira, kebahagiaan adalah dengan mencari berita apa yang terjadi di hari esok, sehingga kita bisa menghindari keburukannya. Aku berubah menjadi penganut paham Qadariyah. Aku percaya dengan bintang-bintang, mencari berita apa yang akan terjadi. Tetapi semua itu ternyata keliru. Aku lalu pindah kepada ajaran komunis. Aku mengira bahwa kebajikan adalah dengan membagi kekayaan alam ini kepada setiap manusia. Tetapi aku merasa bahwa ajaran komunis itu tidak sesuai dengan fitrah manusia. Sebab ke-adilan adalah engkau mendapatkan sesuai apa yang telah engkau usahakan, dan ia tidak lari ke kantong orang lain. Lalu aku berpaling pada obat-obat penenang. Agar aku memutuskan mata rantai berbagai pikiran dan kebimbang-an yang menyesakkan. Setelah itu aku mengetahui bahwa tidak ada aqidah yang bisa memberikan jawaban kepadaku. Yang bisa menjelaskan kepadaku hakikat yang sedang aku cari. Aku putus asa. Dan ketika itu, aku belum mengetahui tentang Islam sama sekali. Maka aku tetap pada keyakinan-ku semula, pada pemahamanku yang pertama, yang aku pelajari dari gereja. Aku menyimpulkan bahwa kepercaya-an-kepercayaan yang aku pelajari itu adalah keliru. Dan bahwa gereja sedikit lebih baik daripadanya. Aku kembali lagi kepada gereja. Aku kembali mengarang musik seperti semula. Dan aku merasa Kristen adalah agamaku. Aku berusaha ikhlas demi agamaku. Aku berusaha mengarang lagu-lagu dengan baik. Aku berangkat dari pemikiran Barat yang bergantung pada ajaran-ajaran gereja. Yakni ajaran yang memberikan inspirasi kepada manusia bahwa dia akan sempurna seperti Tuhan jika dia melakukan pekerjaannya dengan baik serta ia mencintai dan ikhlas terhadap pekerjaannya. Pada tahun 1975 terjadi suatu mu&#8217;jizat. Yakni ketika saudara kandungku tertua memberiku hadiah satu mushaf Al-Qur&#8217;an. Mushaf itu masih tetap bersamaku sampai aku mengunjungi Al-Quds di Palestina. Setelah kunjungan tersebut, aku mulai mempelajari Kitab yang dihadiahkan oleh saudaraku itu. Suatu Kitab yang aku tidak mengetahui apa isi di dalamnya, juga tak kuketahui apa yang dibicara-kannya. Lalu aku mencari terjemahan Al-Qur&#8217;anul Karim setelah aku mengunjungi Al-Quds. Pada pertama kalinya, melalui Al-Qur&#8217;an itu, aku berfikir tentang apa itu Islam. Sebab Islam menurut pandangan orang Barat adalah aga-ma yang fanatik dan sektarian. Dan umat Islam itu adalah sama saja. Mereka adalah orang-orang asing, baik bangsa Arab maupun Turki. Kedua orang tua saya adalah berdarah Yunani. Dan orang Yunani begitu bencinya kepada Turki Muslim. Karena itu, seyogyanya aku membenci Al-Qur&#8217;an, yang ia adalah agama dan pedoman orang-orang Turki sebagai dendam warisan. Tetapi aku memandang, aku harus mempelajarinya (terjemahnya). Tidak mengapa aku menge-tahui isinya. Sejak pertama, aku merasa bahwa Al-Qur&#8217;an dimulai dengan Bismillah (dengan nama Allah). Bukan dengan na-ma selain Allah. Dan ungkapan &#8216;Bismillahirrahmanirrahim&#8217; (dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang) begitu sangat berpengaruh dalam jiwaku. Lalu surat Al-Fatihah itu berlanjut dengan Fatihatul Kitab (Pembukaan Al-Qur&#8217;an), Alhamdulillahirabbil &#8216;alamin (segala puji bagi Allah Tuhan sekalian alam). Segala puji milik Allah Sang Pencipta sekalian alam, dan Tuhan segenap makhluk. Sampai waktu itu, pemikiran saya tentang Tuhan begitu lemah tak berdaya. Mereka mengatakan kepadaku, &#8216;Sesungguhnya Allah adalah Mahaesa, tetapi terbagi menjadi tiga dzat! Bagaimana? Saya tidak tahu!&#8217; Dan mereka mengatakan kepadaku, &#8216;Sesungguhnya Tuhan kita bukanlah Tuhannya orang Yahudi..!&#8217; </p>
<p>Adapun Al-Qur&#8217;anul Karim, maka ia mulai dengan beribadah kepada Allah Yang Mahaesa, Tuhan segenap alam semesta. Al-Qur&#8217;an menegaskan keesaan Sang Pencipta. Dia tidak memiliki sekutu yang berbagi kekuasaan dengan-Nya. Dan ini adalah pemahaman baru bagiku. Sebelumnya, sebelum aku mengetahui Al-Qur&#8217;anul Karim, aku menge-tahui adanya pemahaman kesesuaian dan kekuatan yang mampu mengalahkan mu&#8217;jizat. Adapun sekarang, dengan pemahaman Islam, aku mengetahui bahwa hanya Allah semata yang mampu dan Mahakuasa atas segala sesuatu. Hal itu masih dibarengi dengan keimanan terhadap hari akhir dan bahwa kehidupan akhir itu adalah abadi. Jadi, tidaklah manusia itu dari segumpal daging kemudian ber-ubah setiap hari hingga berakhir menjadi debu, sebagai-mana yang dikatakan oleh para ahli biologi. Sebaliknya, apa yang kita lakukan dalam kehidupan dunia ini sangat menentukan keadaan yang akan terjadi dalam kehidupan di hari akhir nanti. Al-Qur&#8217;anlah yang menyeruku kepada Islam. Maka aku pun memenuhi seruannya. Adapun gereja yang menghancurkanku dan membuatku lelah dan letih, maka dialah yang mengantarkanku kepada Al-Qur&#8217;an. Yakni ketika aku tak mampu menjawab berbagai pertanyaan jiwa dan kalbuku. Di dalam Al-Qur&#8217;an, aku melihat sesuatu asing. Ia tidak serupa dengan kitab-kitab lain. Ia tidak mengandung beberapa bagian atau sifat-sifat yang ada dalam kitab-kitab agama yang telah kubaca. Di sampul Al-Qur&#8217;an, juga aku tidak mendapatkan nama pengarangnya. Karena itu, aku yakin betul dengan makna wahyu yang Allah wahyukan kepada nabi yang diutusNya. Kini, aku telah jelas betul tentang perbedaan antara Al-Qur&#8217;an dengan Injil yang ditulis oleh tangan-tangan pengarang yang berbeda-beda sehingga melahirkan kisah-kisah yang berbeda pula. Aku berusaha untuk mencari kesalahan di dalam Al-Qur&#8217;an, tetapi aku tidak menemukannya. Semua isi Al-Qur&#8217;an adalah sesuai dengan pemikiran keesaan Allah yang murni. Dari sini, aku mulai mengenal tentang apa itu Islam. Al-Qur&#8217;an bukanlah satu-satunya risalah. Sebaliknya, di dalam Al-Qur&#8217;an didapatkan nama-nama semua nabi yang mereka itu dimuliakan Allah. Al-Qur&#8217;an tidak membeda-bedakan antara satu dengan yang lainnya. Dan teori ini adalah sangat logis. Sebab jika Anda beriman kepada seorang nabi dan tidak kepada yang lain, berarti Anda telah menghancurkan adanya kesatuan risalah. Dari sejak itu, aku memahami bagaimana berantainya risalah sejak awal penciptaan manusia. Dan bahwa manusia sepanjang sejarah selalu terdiri dari dua barisan; mukmin atau kafir. Al-Qur&#8217;an telah menjawab semua hal yang kupertanyakan. Dengan demikian aku merasa bahagia. Kebahagiaan mendapatkan kebenaran. Aku mulai membaca Al-Qur&#8217;an semuanya, sepanjang satu tahun penuh. Aku mulai menerapkan pemahaman yang aku baca dari Al-Qur&#8217;an. Saat itu aku merasa bahwa akulah satu-satunya muslim di muka bumi ini. Lalu aku berfikir bagaimana aku menjadi muslim yang sesungguhnya. Maka aku pergi ke masjid London dan aku mengumumkan keislamanku. Aku mengatakan, &#8216;Asyhadu anlaa ilaaha illallaah wa anna muhammadar rasuulullaah&#8217; (Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah, dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah). Ketika itu, aku yakin bahwa Islam yang kupeluk adalah risalah yang berat, tidak suatu pekerjaan yang selesai dengan sekedar mengucapkan dua kalimah syahadat. Aku telah dilahirkan kembali. Dan aku telah menge-tahui ke mana aku berjalan bersama saudara-saudara muslimku yang lain dari hamba-hamba Allah. Sebelumnya, aku sama sekali tidak pernah menemui salah seorang mereka. Seandainya pun ada seorang muslim yang menemuiku dan berusaha untuk mengajakku kepada Islam, tentu aku menolak ajakannya karena keadaan umat Islam yang diremehkan dan diolok-olok oleh media informasi barat. Bahkan media informasi Islam sendiri sering meng-olok-olok hakikat Islam. Mereka justeru sering mendukung berbagai kedustaan yang dilontarkan oleh musuh-musuh Islam yang mereka itu tidak mampu memperbaiki bangsa mereka sendiri yang kini telah dihancurkan oleh penyakit-penyakit akhlak, sosial dan sebagainya. Aku telah mempelajari Islam dari sumbernya yang utama, yaitu Al-Qur&#8217;anul Karim. Selanjutnya, aku mempelajari sejarah hidup (sirah) Rasul shallallahu &#8216;alaihi wa sallam. Bagaimana beliau dengan perilaku dan sunnahnya mengajarkan Islam kepada umat Islam. Aku lalu mengetahui kekayaan yang agung dari kehidupan dan sunnah Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam. Aku sudah lupa musik. Aku bertanya kepada kawan-kawanku, &#8216;Apa aku mesti melanjut-kan karir musikku?&#8217; Mereka menasihatiku agar aku ber-henti, sebab musik akan melalaikan dari mengingat Allah. Dan ini bahaya besar.<br />
Aku menyaksikan pemuda-pemuda yang meninggalkan keluarga mereka dan hidup di tengah-tengah musik dan lagu. Ini adalah sesuatu yang tidak diridhai oleh Islam, yang menganjurkan dibangunnya generasi-generasi tangguh.</p>
<p>Itulah kisah seorang penyanyi Inggris terkenal, Cat Stevens (Yusuf Islam) yang menolak popularitas dan uang, karena ia menemukan apa yang ia cari sejak lama, yakni kebenaran dan petunjuk, sumber kebahagiaan abadi, di dunia maupun di akhirat. Karena itu, Allah menggantikan-nya dengan iman yang tidak ada sesuatu pun yang menandingi nilainya, demi Allah!<br />
Hidup tanpa iman adalah Neraka Jahim yang tak tertahankan. Lalu, Allah juga menggantinya dengan kecintaan Allah kepadanya. Karena Allah mencintai orang-orang ber-iman, bertakwa dan yang berbuat baik. Maka Allah meng-gantinya dengan kecintaan makhluk yang ada di langit dan makhluk yang ada di bumi kepadanya. Allah menggan-tinya dengan nama harum di antara hamba-hamba Allah yang beriman, di Timur maupun di Barat.<br />
<a href="http://ndra22.files.wordpress.com/2010/01/ndra22-wordpress-com.jpg"><img src="http://ndra22.files.wordpress.com/2010/01/ndra22-wordpress-com.jpg?w=194&#038;h=300" alt="" title="fortune forum summit 011207" class="alignnone size-medium wp-image-29" width="194" height="300"></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ndra22.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ndra22.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ndra22.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ndra22.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ndra22.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ndra22.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ndra22.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ndra22.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ndra22.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ndra22.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ndra22.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ndra22.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ndra22.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ndra22.wordpress.com/27/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ndra22.wordpress.com&amp;blog=11088993&amp;post=27&amp;subd=ndra22&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ndra22.wordpress.com/2010/01/14/hidayah-cat-steven/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ba789f9cf150332b4b70b957cb2dce54?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ndra22</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ndra22.files.wordpress.com/2010/01/ndra22-wordpress-com.jpg?w=194" medium="image">
			<media:title type="html">fortune forum summit 011207</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KISAH MAHASISWA YANG MENGINGKARI ADANYA ALLAH</title>
		<link>http://ndra22.wordpress.com/2010/01/12/kisah-mahasiswa-yang-mengingkari-adanya-allah/</link>
		<comments>http://ndra22.wordpress.com/2010/01/12/kisah-mahasiswa-yang-mengingkari-adanya-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Jan 2010 05:05:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ndra22</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah Islami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ndra22.wordpress.com/?p=24</guid>
		<description><![CDATA[Kisah ini terjadi di Universitas &#8216;Ain Syams, fakultas pertanian di Mesir. Sebuah kisah yang amat masyhur dan diberitakan oleh berbagai media massa setempat dan sudah menjadi buah bibir orang-orang di sana. Pada tahun 50-an masehi, di sebuah halaman salah satu fakultas di negara Arab (Mesir-red.,), berdiri seorang mahasiswa sembari memegang jamnya dan membelalakkan mata ke [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ndra22.wordpress.com&amp;blog=11088993&amp;post=24&amp;subd=ndra22&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kisah ini terjadi di Universitas &#8216;Ain Syams, fakultas pertanian di Mesir. Sebuah kisah yang amat masyhur dan diberitakan oleh berbagai media massa setempat dan sudah menjadi buah bibir orang-orang di sana.<br />
Pada tahun 50-an masehi, di sebuah halaman salah satu fakultas di negara Arab (Mesir-red.,), berdiri seorang mahasiswa sembari memegang jamnya dan membelalakkan mata ke arahnya, lalu berteriak lantang, &#8220;Jika memang Allah ada, maka silahkan Dia mencabut nyawa saya satu jam dari sekarang!.&#8221; <span id="more-24"></span><br />
Ini merupakan kejadian yang langka dan disaksikan oleh mayoritas mahasiswa dan dosen di kampus tersebut. Menit demi menitpun berjalan dengan cepat hingga tibalah menit keenampuluh alias satu jam dari ucapan sang mahasiswa tersebut. Mengetahui belum ada gejala apa-apa dari ucapannya, sang mahasiswa ini berkacak pinggang, penuh dengan kesombongan dan tantangan sembari berkata kepada rekan-rekannya, &#8220;Bagaimana pendapat kalian, bukankah jika memang Allah ada, sudah pasti Dia mencabut nyawa saya?.&#8221; Para mahasiswapun pulang ke rumah masing-masing. Diantara mereka ada yang tergoda bisikan syaithan sehingga beranggapan, &#8220;Sesunguhnya Allah hanya menundanya karena hikmah-Nya di balik itu.&#8221; Akan tetapi ada pula diantara mereka yang menggeleng-gelengkan kepala dan mengejeknya.<br />
Sementara si mahasiswa yang lancang tadi, pulang ke rumahnya dengan penuh keceriaan, berjalan dengan angkuh seakan dia telah membuktikan dengan dalil &#8216;aqly yang belum pernah dilakukan oleh siapapun sebelumnya bahwa Allah benar tidak ada dan bahwa manusia diciptakan secara serampangan; tidak mengenal Rabb, tidak ada hari kebangkitan dan hari Hisab.<br />
Dia masuk rumah dan rupanya sang ibu sudah menyiapkan makan siang untuknya sedangkan sang ayah sudah menunggu sembari duduk di hadapan hidangan. Karenanya, sang anak ini bergegas sebentar ke &#8216;Wastapel&#8217; di dapur. Dia berdiri di situ sembari mencuci muka dan tangannya, kemudian mengelapnya dengan tissue. Tatkala sedang dalam kondisi demikian, tiba-tiba dia terjatuh dan tersungkur di situ, lalu tidak bergerak-gerak lagi untuk selama-lamanya.<br />
Yah…dia benar-benar sudah tidak bernyawa lagi. Ternyata, dari hasil pemeriksaan dokter diketahui bahwa sebab kematiannya hanyalah karena ada air yang masuk ke telinganya!!.<br />
Mengenai hal ini, Dr.&#8217;Abdur Razzaq Nawfal -rahimahullah- berkata, &#8220;Allah hanya menghendaki dia mati seperti keledai!.&#8221;<br />
Sebagaimana diketahui berdasarkan penelitian ilmiah bahwa bila air masuk ke telinga keledai atau kuda, maka seketika ia akan mati!.</p>
<p>(Sumber: Majalah &#8220;al-Majallah&#8221;, volume bulan Shafar 1423 H sebagai<br />
yang dinukil oleh Ibrahim bin &#8216;Abdullah al-Hâzimiy dalam bukunya &#8220;Nihâyah<br />
azh-Zhâlimîn&#8221;, Seri ke-9, h.73-74</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ndra22.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ndra22.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ndra22.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ndra22.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ndra22.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ndra22.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ndra22.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ndra22.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ndra22.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ndra22.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ndra22.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ndra22.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ndra22.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ndra22.wordpress.com/24/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ndra22.wordpress.com&amp;blog=11088993&amp;post=24&amp;subd=ndra22&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ndra22.wordpress.com/2010/01/12/kisah-mahasiswa-yang-mengingkari-adanya-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ba789f9cf150332b4b70b957cb2dce54?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ndra22</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KETEGUHAN ABU BAKAR ASH-SHIDDIQ</title>
		<link>http://ndra22.wordpress.com/2010/01/11/keteguhan-abu-bakar-ash-shiddiq/</link>
		<comments>http://ndra22.wordpress.com/2010/01/11/keteguhan-abu-bakar-ash-shiddiq/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Jan 2010 10:12:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ndra22</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah Islami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ndra22.wordpress.com/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[Pada masa awal diutusnya Nabi saw, beliau mendakwahkan agama Islam dikota Makkah secara sembunyi-sembunyi. Dengan alasan keselamatan, kaum muslimin pada masa itupun menyembunyikan keislaman mereka. Hingga ketika jumlah kaum muslimin telah genap tiga puluh delapan orang, Abu Bakar ra mendesak Rasulullah saw untuk menda&#8217;wahkan dienul Islam secara terang-terangan. Berkatalah Rasulullah saw, &#8220;Wahai Abu Bakar, … [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ndra22.wordpress.com&amp;blog=11088993&amp;post=15&amp;subd=ndra22&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada masa awal diutusnya Nabi saw, beliau mendakwahkan agama Islam dikota Makkah secara sembunyi-sembunyi. Dengan alasan keselamatan, kaum muslimin pada masa itupun menyembunyikan keislaman mereka. Hingga ketika jumlah kaum muslimin telah genap tiga puluh delapan orang, Abu Bakar ra mendesak Rasulullah saw untuk menda&#8217;wahkan dienul Islam secara terang-terangan. Berkatalah Rasulullah saw, &#8220;Wahai Abu Bakar, … sesungguhnya jumlah kita masih sedikit,&#8221; Akan tetapi Abu Bakar tetap mendesak Rasulullah saw, sehingga beliau bersedia keluar menuju masjid berikut kaum muslimin.<br />
Di masjid mereka berpencar di sudut-sudut masjid, setiap orang berada pada kabilahnya masing-masing. Berdirilah Abu Bakar ra dihadapan manusia sambil berkhutbah. Sehingga dialah orang yang pertama kali berkhutbah menyeru manusia kepada Allah. Ketika orang-orang musyrik mendengar Abu Bakar ra mencela tuhan-tuhan mereka dan menyalahkan agama mereka, spontan mereka marah kepada Abu Bakar ra dan kaum muslimin. Mereka memukuli kaum muslimin di sudut-sudut masjid tersebut dengan pukulan yang  keras, sementara Abu Bakar ra sedang menyampaikan dien secara jahar (terang-terangan). Sekelompok orang-orang musyrikin mengelilingi dan memukulinya habis-habisan sampai beliau jatuh ke lantai, sementara usia beliau ketika itu telah mendekati 50an. Salah seorang fasiq diantara mereka yaitu Utbah bin Rabi&#8217;ah mendekati Abu Bakar lalu menginjak perut dan dadanya serta memukul wajah Abu Bakar ra dengan kedua terompahnya sampai kulit wajah Abu Bakar ra terkoyak dan berdarah lalu beliau jatuh pingsan. <span id="more-15"></span><br />
Saat itu datanglah Bani Taim (kabilah Abu Bakar), membelanya serta berusaha menghalau orang-orang musyrik. Mereka menggotong Abu Bakar ra dengan selembar kain. Mereka menduga kuat bahwa ia telah meninggal. Setelah sampai di rumahnya ia dibaringkan. Ayahnya dan sebagian kaumnya duduk di samping kepalanya. Mereka berbicara kepadanya namun ia tak dapat berbicara sama sekali. Pada sore hari, Abu Bakar ra mulai siuman dan  membuka kedua matanya. Kata-kata yang pertama meluncur dari lidahnya adalah, &#8220;Bagaimana keadaan Rasulullah saw ?&#8221;. Mendengar pertanyaan itu ayahnya marah dan mencelanya lalu keluar. Kemudian ibunya duduk di sisi kepalanya untuk memberi makan dan minum, sementara ia mengulang-ulang pertanyaannya, &#8220;Bagaimana keadaan Rasulullah saw ?&#8221;. Ibunya menjawab, &#8220;Demi Allah, aku tidak tahu-menahu tentang sahabatmu itu.&#8221;<br />
Abu Bakar Berkata, &#8220;Pergilah ke Ummu Jamil binti Khotthob, tanyakan kepadanya tentang Rasulullah.&#8221;<br />
Ummu Jamil adalah seorang muslimah yang menyembunyikan keislamannya. Maka keluarlah ibunya untuk mendatangi Ummu Jamil. Ia berkata kepada Ummu Jamil, &#8220;Sesungguhnya Abu Bakar bertanya kepadamu tentang Muhammad bin Abdullah.&#8221; Ummu Jamil khawatir jika mereka mengetahui keislamannya. Lalu ia berkata, &#8220;Aku tidak kenal siapa itu Abu Bakar dan juga siapa itu Muhammad, akan tetapi jika engkau mau aku akan pergi bersamamu untuk menemui anakmu.&#8221;<br />
Ibu Abu Bakar menjawab, &#8220;Ya, baiklah!&#8221;<br />
Akhirnya mereka bersama-sama menuju rumah Abu Bakar. Setelah sampai di rumahnya masuklah Ummu Jamil. Dia melihat tubuh Abu Bakar yang terkoyak wajahnya dan mengalirkan darah, ia menangis seraya berkata, &#8220;Demi Allah, sesungguhnya kaum yang berbuat seperti ini terhadapmu benar-benar kaum yang fasiq dan kafir. Sungguh aku berharap semoga Allah membalas perbuatan mereka itu.&#8221;<br />
Abu Bakar menoleh kepadanya dengan sangat berat dan hampir-hampir tak dapat menoleh. Ia berkata, &#8220;Wahai Ummu Jamil… bagaimana keadaan Rasulullah saw ?&#8221;<br />
Ummu Jamil melihat ke arah ibu Abu Bakar yang sampai saat itu masih belum masuk Islam. Ia merasa khawatir jika perempuan itu sampai membocorkan rahasia-rahasia kaum muslimin kepada orang-orang kafir. Lalu Ummu Jamil berkata kepada Abu Bakar, &#8220;Sementara ibumu di sini mendengar?!&#8221; Ia menjawab, &#8220;Engkau tidak perlu khawatir dengannya.&#8221; Lalu dijawablah pertanyaan Abu Bakar tadi, &#8220;Rasulullah saw selamat dan baik-baik saja.&#8221;<br />
&#8220;Sekarang di mana beliau?&#8221; desak Abu Bakar.<br />
&#8220;Di rumah Abul Arqam.&#8221; jawab Ummu Jamil.<br />
Setelah itu ibunya berkata, &#8220;Kamu telah mengetahui kabar sahabatmu, nah sekarang makan dan minumlah.&#8221; Abu Bakar menjawab, &#8220;Tidak… aku bersumpah atas nama Allah bahwa aku tidak akan makan dan minum sampai aku datang menemui Rasulullah saw lalu melihatnya dengan mataku.&#8221;<br />
Lalu keduanya menahan Abu Bakar sampai malam hari dimana orang-orang sudah mulai tidur. Pada malam hari ia berusaha untuk bangkit akan tetapi tak mampu juga. Lalu ia keluar dengan dipapah oleh ibunya dan Ummu Jamil untuk menemui Rasulullah saw. Ketika Nabi saw melihatnya, beliau langsung memeluk dan menciuminya. Demikian juga kaum muslimin, mereka semua memeluknya. Rasulullah saw sangat iba dan kasihan terhadapnya. Sementara Abu Bakar berkata, &#8220;Ayah dan ibuku menjadi tebusan bagimu wahai Rasulullah, kondisiku tidaklah mengapa selain pukulan seorang fasiq yang mengenai wajahku.&#8221; Kemudian Abu Bakar berkata, &#8220;Wahai Rasulullah, ini ibuku, dia sangat baik terhadap anaknya… sedangkan engkau adalah seorang yang diberkati… maka ajaklah dia ke jalan Allah swt, dan do&#8217;akanlah untuknya, semoga Allah menyelamatkannya dari api neraka.&#8221;<br />
Lalu Rasulullah saw mendo&#8217;akannya dan mengajaknya ke jalan Allah, maka perempuan itupun masuk Islam…<br />
Lihatlah pada gunung yang kokoh ini… Abu Bakar ra… perhatikan-lah betapa semangatnya beliau dalam berdakwah menyeru kepada Allah… sungguh mengagumkan keteguhan beliau yang sangat kuat di atas dien ini.<br />
Sekarang tanyakan pada dirimu sendiri, apa yang telah kamu persembahkan untuk Islam? Berapa orang yang telah mendapat hidayah karena sebabmu? Apakah engkau telah bersabar dalam menanggung ujian di jalan Allah? Dan apakah engkau telah mengajak manusia kepada yang ma&#8217;ruf dan mencegah mereka dari yang munkar?<br />
Jadilah  engkau seorang pahlwan pemberani… ibarat gunung-gunung yang kokoh. Dan Allah akan menolongmu serta meluruskan langkahmu… </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ndra22.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ndra22.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ndra22.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ndra22.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ndra22.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ndra22.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ndra22.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ndra22.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ndra22.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ndra22.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ndra22.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ndra22.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ndra22.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ndra22.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ndra22.wordpress.com&amp;blog=11088993&amp;post=15&amp;subd=ndra22&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ndra22.wordpress.com/2010/01/11/keteguhan-abu-bakar-ash-shiddiq/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ba789f9cf150332b4b70b957cb2dce54?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ndra22</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pilihan Sederhana</title>
		<link>http://ndra22.wordpress.com/2010/01/07/10/</link>
		<comments>http://ndra22.wordpress.com/2010/01/07/10/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Jan 2010 07:56:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ndra22</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ndra22.wordpress.com/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[Bila dihadapkan pada pilihan, apakah anda memiliki untuk sehat, makmur, punya banyak teman, dan bahagia, ataukah anda memilih hidup miskin, sakit-sakitan, dibenci, dan sengsara…? Pilihan ini tentu gampang. Semua orang tentu akan mengambil pilihan pertama tanpa pikir panjang. Tapi mengapa yang ada dalam pilihan pertama tidak seluruhnya hadir dalam kehidupan anda…? Adalah kenyataan, bahwa sebenarnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ndra22.wordpress.com&amp;blog=11088993&amp;post=10&amp;subd=ndra22&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ndra22.files.wordpress.com/2010/01/gank.jpg"><img class="size-medium wp-image-9 alignleft" title="Gank" src="http://ndra22.files.wordpress.com/2010/01/gank.jpg?w=148&#038;h=148" alt="" width="148" height="148"></a></p>
<p>Bila dihadapkan pada pilihan, apakah anda memiliki untuk sehat,<br />
makmur, punya banyak teman, dan bahagia, ataukah anda memilih<br />
hidup miskin, sakit-sakitan, dibenci, dan sengsara…?  Pilihan ini<br />
tentu gampang.  Semua orang tentu akan mengambil pilihan pertama<br />
tanpa pikir panjang.</p>
<p>Tapi mengapa yang ada dalam pilihan pertama tidak seluruhnya<br />
hadir dalam kehidupan anda…?  Adalah kenyataan, bahwa sebenarnya<br />
anda punya pilihan, tetapi tidak diberikan sekaligus seperti<br />
yang ada di awal tulisan ini.  Pilihan itu melainkan diberikan<br />
secara bagian per bagian dalam setiap sisi kehidupan anda.  Hari<br />
demi hari, saat demi saat – semua yang anda pilih dalam hidup<br />
sebenarnya adalah bagian dari pilihan di atas.  Dan pilihan<br />
andalah yang menjadi kenyataan hidup anda.</p>
<p>Pilihan-pilihan sederhana yang anda buat, yang mungkin anda<br />
anggap sepele, akan membentuk jawaban besar.  Pilihan-pilihan<br />
sederhana ini yang mempengaruhi hidup anda.  Di sepanjang jalan<br />
kehidupan, anda akan terus berhadapan dengan pilihan-pilihan<br />
sederhana, untuk itu tetaplah fokus pada arah mana tujuan hidup<br />
anda bergulir.  Buatlah pilihan yang tepat – sekalipun sederhana -<br />
karena hidup anda akan ditentukan oleh pilihan-pilihan yang<br />
anda buat…</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ndra22.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ndra22.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ndra22.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ndra22.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ndra22.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ndra22.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ndra22.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ndra22.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ndra22.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ndra22.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ndra22.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ndra22.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ndra22.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ndra22.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ndra22.wordpress.com&amp;blog=11088993&amp;post=10&amp;subd=ndra22&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ndra22.wordpress.com/2010/01/07/10/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ba789f9cf150332b4b70b957cb2dce54?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ndra22</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ndra22.files.wordpress.com/2010/01/gank.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Gank</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
